Laga Bulan Mei 2014
Seorang
pemain muda dalam radar klub besar. Tim tersebut membutuhkan punggawa baru. Hal
ini dikarenakan kepindahan salah satu pemain andalan mereka di tahun yang sama.
Pemain pengganti dalam sektor sayap memang dibutuhkan klub saat ini, untuk
mengembangkan permainan dan kreasi daya serang. Mengingat persaingan kompetisi
semakin ketat dan yang utama adalah target finish diposisi seapik mungkin. Pada
akhirnya klub tersebut mendatangkan pemain muda dengan status bebas transfer
dengan tujuan menambal kekosongan lini sayap mereka.
Ya, klub
itu bernama ALMADANI, dan pemain muda itu saya. Sama seperti pemain dalam
pertandingan, semua bermain apik dan cantik. Menciptakan goal untuk kemenangan.
Kami semua bersemangat menjalani setiap pertandingan, menghadirkan pelbagai
program kerja dan aktifasi digital menarik untuk disajikan. Namun, lagi-lagi
peluit pertandingan sudah ditiup, hasil pun sudah didapat.
Kami yang
masih bersemangat untuk menghadapi pertandingan lainnya ternyata harus menerima
kenyataan bahwa langkah kami harus terhenti. Gol atau tidak hanya para pemirsa
yang bisa menilainya. Kami yakin terus bermain dengan maksimal dan sangat apik
untuk selalu membangun serangan serta mengincar gol demi gol.
Saya dan Klub Besar Ini
Bergabung
pada Mei 2014 sebagai digital strategist ALMADANI merupakan sebuah tantangan.
Berkenalan dengan pemain-pemain di klub ini menjadi sebuah kesenangan. Sempat
terucap… “oooh (beg)ini toh para pemain
dibalik lembaran lapangan tiap harinya”. Saya ditempatkan di posisi sayap
yang bertujuan untuk mengembangkan permainan ALMADANI agar bermain lebih
terbuka dalam menjawab tantangan lawan (dunia digital). Beragam campaign,
digital activation dan social media activation dicipta-kembangkan untuk
mengembangkan permainan klub. Namun saya (merasa) bermain terlalu singkat,
dikarenakan peluit pertandingan telah ditiup.
Klub ini
menjadi tempat berlatih saya, tempat bertemu dengan pelatih yang berkompeten
dan kesempatan untuk bermain bersama pemain berbakat dalam posisinya masing-masing.
Mereka yang mampu membangun sebuah permainan diatas lembaran kertas dengan cara
mereka sendiri, mereka yang bergerak tanpa menunggu perintah pelatih, mereka
yang bermain cantik dan mereka yang menciptakan peluang terciptanya goal.
Terima kasih untuk semua pengalaman ini.
Ya, peluit
memang sudah dibunyikan, pertandingan pun telah usai. Namun, semangat bermain
dan harmonisasi permainan tak akan pernah hilang. Mereka yang mengajarkan saya
untuk berpindah posisi tanpa disuruh, memberi tanpa diminta, dan menghadirkan
peluang untuk menciptakan sebuah goal.
Pada
akhirnya, saya menarik sebuah kesimpulan. Kendati tak ada yang abadi, kenangan
tak pernah mati. In some matches, there’s
an injury time. Tentu, saya masih menyimpan harapan besar bahwa dibalik
peluit akhir yang sudah dibunyikan ini akan ada sebuah “extra time” yang lain.
Dengan susunan formasi yang sama.
Ricky Dwi
Bintanio
1 April
2015, Pekanbaru
0 komentar:
Posting Komentar