Kamis, 15 Agustus 2013

Our Trip Journey to Mt. Lengkuas

Heeey, kembali lagi dengan saya. Author sekaligus pengelola blog ini.
Yap, di postingan kali ini aku bakal share pengalaman aku selama berada di kota kelahiranku, yaitu Tanjungpinang.

Berlibur ke Tanjungpinang memiliki kesenangan tersendiri. Rasanya kamu tidak akan pernah bosan karena di Tanjungpinang memiliki beberapa tempat wisata yang unik dan menarik untuk dikunjungi seperti di Pantai Trikora, Gunung Lengkuas, Gunung Bintan, Lagoi, daaan banyak lagi tempat wisata maupun tempat penginapan yang lain. Dan pada postingan kali ini, aku bakal nyeritain sedikit dari pengalamanku saat liburan dan berkunjung ke Gunung Lengkuas.

Dengan tingginya yang hanya sekitar 250 meter, Gunung Lengkuas sendiri lebih terlihat sebagai bukit ketimbang gunung. Gunung Lengkuas terletak antara daerah Kijang dan Tanjungpinang, Bintan Timur, Kepulauan Riau. Kalau kita dari arah Tanjung Pinang, begitu sampai di pertigaan sebelum masjid Nurul Huda kelurahan gunung lengkuas, beloklah ke kanan. Lurus sekitar 500 meter, kemudian jika kamu melihat plang bertuliskan Gang Wisata di kanan jalan, beloklah kiri di sebuah jalan tanah. Dari sini jarak ke air terjun tinggal sekitar 1 km.

Yaaa, itu tadi sedikit deskripsi tentang lokasi dari Gunung Lengkuas. Berhubung kami berkunjung kesana menggunakan kendaraan alias Sepeda motor yang tentu saja tidak bisa dibawa sampai ke air terjun, maka kami parkirkan saja di depan rumah kosong tak berpenghuni sebelum masuk ke kebun jeruk (jangan lupa dikunci stang ya :D ). Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 800 meter, tidak terasa lamanya karena sepanjang perjalanan kami isi dengan obrolan ringan, tawa, dan celaan gurau. 

 ***

Singkat cerita, aku bersama temen-temen akhirnya sampai di sebuah air terjun. Sedikit kecewa sebenarnya. Lu bayangin aja kalau lu denger kata-kata air terjun pasti yang ada terpikir di benakmu yaitu air yang deras, curam, atau apalah itu.

Yap, air terjun yang kami temui waktu itu kebetulan pada saat debit airnya sedang sedikit. But, overall kami cukup terhibur deh dengan pengalaman mendaki gunung lengkuas ini. Airnya yang jernih mengalir menuruni bebatuan besar berbentuk seperti anak tangga setinggi kurang lebih 20 meter.

Gunung Lengkuas, Kepri

Sabtu, 10 Agustus 2013

Bukan Basa Basi

Heeeeyy!! ketemu lagi dengan saya. Author sekaligus pengelola blog ini
Waah, udah 2 hari nggak ngeposting, rasanya pengen banget cepet-cepet ngeposting lagi. Hahaha :D

Okeee, dalam sesi postingan ini, mungkin aku nggak bakal nyeritain blog aku yang udah nggak terurus lagi ya.

***

Perkenalan? Oh iyaa.. satu hal yang aku lupakan yaitu aku belum ngenalin diri ya?. nggak penting mungkin bagi lu lu pada. tapi sekedar formalitas yaa boleh lah :D



Okee, namaku Ricky Dwi Bintanio . kalau kamu searching di search engine atau mesin pencari lainnya, mungkin kamu cuma nemuin satu dan satu-satunya orang yang punya nama itu. Aku cukup senang diberi nama sedemikian rupa oleh kedua orang tuaku. Aku terlahir menjadi anak kedua dari empat bersaudara. Kelahiran Tanjungpinang, pada 3 oktober 1995.

Aku pernah mengenyam pendidikan di SDN 014 Binaan Bukit Bestari. Lalu pada bangku smp, aku mengenyam pendidikan di SMPN 4 Tanjungpinang, dan kemudian di bangku SMA, aku mengenyam pendidikan di SMAN1 Tanjungpinang.

Cita-citaku di masa kecil? hmm.. dulunya ketika aku menduduki kelas 1 sd, aku bercita-cita menjadi seorang guru ngaji, sebuah cita-cita yang bisa dibilang mulia bagi sebagian orang. Cita-citaku itu bertahan sampai akhirnya aku kelas 6 sd. Memasuki jaman-jamannya smp, masih belum jelas-jelasnya aku waktu itu. pada suatu waktu, ketika sesi perkenalan oleh wali kelas, aku cuma bisa ikut-ikutan temen --" ah parah. Cita-citaku waktu itu ingin menjadi seorang pesepak bola, dan pelawak.

Dan, ketika memasuki jamannya SMA, jamannya masih labil, cita-citaku kerap kali berubah. Aku sempat bercita-cita ingin menjadi akuntan, guru, menjadi seorang public relation, hingga akhirnya aku jatuh cinta pada pelajaran sosiologi dan aku putuskan untuk menjadi seorang SOSIOLOG

Jadi ceritanya waktu itu, aku masih kelas X, entah kenapa aku tertarik dengan pelajaran ini walaupun pada saat yang bersamaan kebanyakan orang di kelasku kurang meminatinya. Aku minat, tapi kurang serius hingga akhirnya rapor semester 1 ku untuk pelajaran sosiologi hanya bekisar angka 78. Dari situ tuh, aku musti buktiin bahwa apa yang kita minati akan berbuah manis ketika kita menyikapinya dengan serius. Dan ketika semester 2, alhamdulillah nilaiku meningkat. Ahahaha

Singkat cerita, pelajaran Sosiologi mendadak menjadi pelajaran kegemaran siswa-siswi ketika aku memasuki kelas XI. Aku nggak tau pastinya kenapa, cuma yang aku rasain ya emang begitu. Bahkan aku menjadi lebih tertarik lagi dengan pelajaran tersebut. Seorang guru dengan pembawaan dan metode pengajaran yang jauh berbeda dengan yang gue alami ketika masih di kelas X. Yap, bisa dibilang beliau mampu menaikkan pamor Sosiologi, dan berhasil mengubah mindset orang dari yang awalnya berfikir bahwa "sosiologi itu membosankan, menjadi sosiologi itu menyenangkan" Salute, dan dua jempol untuk beliau!

Yap, kembali nyeritain cita-citaku. Singkat cerita, akhirnya aku diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan Sosiologi. Aku memang bener-bener terpikat dengan Sosiologi. Dan sampai detik ini, aku sudah memantapkan diri aku untuk menjadi seorang lulusan sarjana sosiologi lalu bekerja sebagai Sosiolog, atau bisa berkerja di Instansi Pemerintah, social analist, ataupun konsultan.

"aku nggak mau hidup berglamor harta, rumah yang mewah, mobil keluaran terkini. aku hanya ingin hidup seperti awan. bebas, dan tenang ketika aku tua nanti. Aku mempunyai seorang istri dan mempunyai dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan, ketika tiba masa nya, aku bersama kedua orang tua pergi berangkat ke tanah mekkah untuk menunaikan ibadah haji, singkat ceritanya aku meninggal duluan, dan begitulah kehidupanku berlangsung. sayangnya tidak semudah itu."

Kamis, 08 Agustus 2013

Basa-basi?

JRENG JRENG JREEEENG!!

Yap, pertama saya mengucapkan terima kasih karna telah mengunjungi blog saya ini. hahaha! *loh . Yaa pokoknya makasih deh udah ngunjungin blog ini walau teman-teman hanya sekedar baca dan hanya sekedar iseng atau bosan atau apalah pokoknya makasih.

Saya juga bingung musti mulai dari mana. lah dari mana bagusnya? yaa bagusnya darimana aja deh

***

Okee, kalau bisa dibilang ini (bukan) pertama kalinya saya mengurus sebuah blog karna sebelumnya saya juga sudah pernah membuat blog *pamer dikit* , dan hasilnya nggak terurus. Bayangkan aja! itu blog.. terakhir diperbarui.. bulan September 2011!! Hampir 2 tahun setelah saya memposting postingan saya di blog ini. Bayangkan aja udah nyaris 2 tahun meeen!! Bukan waktu yang sebentar men, apalagi kalau kamu ngitungin tiap detiknya. *hening*

Okee.. Jadi suatu ketika aku buka lagi itu blog, udah penuh aja dengan sarang laba-laba, kecoa dimana-mana, bahkan gelandangan pada tiduran disana.


Ilustrasi 1
tuh kan? kamu udah liat kan betapa blog aku yang lama tuh nggak terurus..

***

Okee, masih lanjut nyeritain blog aku yang udah nggak terurus nih.. Jadi waktu terakhir aku buka, kira-kiraaa sekitar sejam yang lalu semenjak aku nulis postingan ini, aku ngerasa seperti seorang perantau yang baru pulang ke kampung halamannya yang langsung disamperin anak kecil dengan ekspresi seperti ini nih.


eh buset? lebay banget yak --" hahaha, ya harap dimaklumi aja.

Garing? It's okay lah, sebenernya dari tadi aku bingung aja mau bahas apaan di postingan pertama aku di blog ini. dan entah darimana ide itu muncul sampai akhirnya gue posting beginian.

*mikir keras* saking mikir kerasnya gue sampai nggak tau mau bahas apa lagi daan itu tandanya aku musti pamit nih, pamit ofline maksudnya :D

Untuk menutup postingan ini, ada baiknya jika saya menutupnya dengan sebuah quotes

“Kegagalan juga menyenangkan, hidup dengan kepercayaan bahwa cobaan itu berguna untuk menempa diri sendiri” -Jiraiya-